Duniasport.com – Manchester City akan memasuki Liga Champions musim 2023/2024 dengan status sebagai juara bertahan. Artinya, wajar jika skuad Josep Guardiola merasa lebih percaya diri.

Musim 2022/2023 lalu memang bisa disebut sebagai musim terbaik dalam sejarah modern Man City. Setelah perjuangan sekian lama, akhirnya mereka berhasil jadi juara Eropa.

Tidak hanya itu, Man City pun mencatat sejarah sebagai tim kedua dalam sejarah sepak bola Inggris yang bisa meraih treble winners: Liga Champions, Premier League, dan FA Cup.

Oleh sebab itu, wajar jika Man City kembali jadi favorit di musim baru Liga Champions kali ini.

Ingat, baru satu trofi
Status juara bertahan memang bakal memberikan suntikan kepercayaan diri untuk skuad Man City. Namun, salah besar jika Guardiola dan skuadnya mengira musim ini UCL bakal jadi lebih mudah.

“Seiring dengan upaya Pep Guardiola mengejar rekor pribadi dengan medali Liga Champions kelima, progres dari Grup G seharusnya cukup mudah untuk Man City,” kata analis Sky Sports, Laura Hunter.

“Namun, untuk menjadi kekuatan super sebenarnya di Eropa, untuk diidolakan dan dihargai di level Real Madrid dan Barcelona, satu gelar juara jelas tidak cukup. Jauh dari cukup.”

Gelar juara tidak bisa dibeli
Menumbuhkan status juara Eropa memang tidak cukup dengan satu trofi Liga Champions saja. Apalagi, Man City harus berjuang bertahun-tahun untuk akhirnya jadi juara. Musim ini pun seharusnya mereka mengambil pendekatan yang sama.

“Guardiola tahu betul bahwa Liga Champions tidak bisa dibeli, tidak ada tongkat sihir dan semacamnya,” lanjut Hunter.

“Man City sudah lama jadi tim terbaik di Inggris, tiga gelar juara Premier League beruntun cukup jadi bukti. Namun, mereka tersandung di kancah Eropa,” tutupnya.