Duniasport.com – Persebaya Surabaya belum beranjak dari tren negatif saat berjumpa PSIS Semarang pada laga tunda pekan ke-20 BRI Liga 1 2023/2024. Salah satu alasan Persebaya gagal menang adalah lini serang yang tumpul.

Persebaya bermain imbang 1-1 lawan PSIS Semarang di Stadion Gelora Bung Tomo, 30 Januari 2024. Sempat tertinggal dari gol Taisei Marukawa, Persebaya menyamakan skor lewat aksi Andre Oktaviansyah.

Gol Andre tidak tercipta lewat skema bermain yang apik. Gol itu berawal dari upaya build-up Boubacary Diarra yang gagal. Kiper Adi Satryo tidak berada dalam posisi terbaik saat Andre merebut bola.

Persebaya sejatinya punya banyak peluang emas, tetapi konversi gol mereka sangat buruk. Hal ini sudah jadi masalah yang kronis dan berdampak pada minimnya jumlah gol Persebaya di BRI Liga 1.

Simak ulasan lebih lengkapnya di bawah ini ya Bolaneters.

Lini Serang yang Tumpul
Apa yang terjadi pada laga melawan PSIS adalah gambaran Persebaya pada sebagian besar musim 2023/2024. Performa lini serang sangat meragukan. Bajul Ijo sangat bergantung pada aksi individu Bruno Moreira saat menyerang.

Saat ini, Persebaya jadi salah satu tim dengan jumlah gol paling sedikit. Dari 23 laga yang sudah dimainkan, Persebaya baru bikin 24 gol. Mereka hanya unggul dari Persita Tangerang dan Bhayangkara FC yang bikin 23 gol.

“Kami punya banyak peluang gol, bukan peluang tapi peluang gol,” ujar pelatih Paul Munster usai laga melawan PSIS.

“Sangat berbeda, saya sangat tidak bahagia dengan lini depan karena saya tahu ekspektasi saya besar kepada mereka. Ada yang menatap tiang tapi ini bagus, karena PSIS punya attacking yang sangat bagus,” sambungnya.

Kontribusi Penyerang

Pada putaran pertama BRI Liga 1 2023/2024 lalu, Persebaya punya Paulo Victor yang jadi penyerang utama. Namun, Paulo Victor gagal tampil optimal. Dia akhirnya dicoret dari skuad karena performa yang sangat tidak konsisten.

Peran Paulo Victor kemudian digantikan Paulo Henrique, yang sama-sama berasal dari Brasil. Pemain 32 tahun pernah bermain di Persiraja Banda Aceh dan diharapkan bisa menjadi solusi bagi lini depan Persebaya.

Namun, performa Paulo Henrique masih belum sesuai harapan. Sejauh ini, dia baru bikin satu gol dari lima laga. Satu gol itu dicetak ke gawang Persis Solo, gol yang masuk kategori kontroversial.