Duniasport.com – AC Milan punya dua penyerang tengah yang tampil cukup bagus pada musim 2023/2024, Olivier Giroud dan Luka Jovic. Lantas, diantara kedua pemain, siapa yang lebih pantas jadi pilihan utama Milan?

Olivier Giroud lebih dulu datang ke San Siro. Dia bergabung dengan Milan pada awal musim 2021/2022. Chelsea membelinya dengan harga €1 juta dari Chelsea. Saat itu, Giroud sudah berusia 35 tahun.

Sementara, Luka Jovic baru bergabung dengan Milan pada awal musim 2023/2024. Pemain asal Serbia itu direkrut dengan status free transfer alias gratis dari Fiorentina.

Luka Jovic datang dengan kondisi yang tidak ideal. Pada musim 2022/2023, Luka Jovic hanya mampu mencetak enam gol dari 31 laga di Serie A. Namun, bersama Milan, Luka Jovic tampil cukup menjanjikan.

Membandingkan Statistik Olivier Giroud dan Luka Jovic

Olivier Giroud membuktikan bahwa usia bukan tolok ukur utama performa seorang pemain. Giroud masih berada di top level walau sudah berusia 37 tahun. Giroud telah mencetak 12 gol hingga pekan ke-25 Serie A.

Hanya dua pemain yang mencetak gol lebih banyak darinya: Dusan Vlahovic (13) dan Lautaro Martinez (20).

Giroud juga membuat delapan assist di Serie A. Giroud menjadi top assist bagi Milan di Serie A.

Luka Jovic belakangan mendapat sorotan. Dia mencetak enam gol pada 10 laga terakhir Milan di semua ajang. Padahal, Luka Jovic tidak selalu bermain sebagai pemain inti. Kini, Luka Jovic telah bikin delapan gol untuk Milan di semua ajang.

Siapa Pantas jadi Penyerang Utama Milan?

Luka Jovic layak menjadi penyerang utama Milan. Pemain 26 tahun telah memberi bukti dengan gol-gol yang dicetaknya. Namun, melihat kinerja Olivier Giroud, Luka Jovic masih harus bersabar untuk mendapat peran utama.

Bagi Milan, Olivier Giroud punya peran yang sangat penting. Namun, Giroud mulai kesulitan bermain pada level tertinggi selama 90 menit. Musim ini, dari 22 laga di Serie A, eks pemain Chelsea digantikan pada 12 laga.

Luka Jovic adalah pengganti super bagi Milan. Dia adalah supersub yang mahal, yang bisa mengubah permainan Milan. Luka Jovic bisa mencetak gol hanya dengan 15 menit kesempatan bermain yang didapat.