Duniasport.com – Manchester United sudah pasti membuat fans mereka tersenyum lebar ketika keluar dari rumah. Sebab, pada dua laga terakhir, lebih dari sekadar menang, Setan Merah mampu bikin empat gol secara beruntun.

Pekan lalu, United menang dengan skor 4-2 saat berjumpa Newport County di Piala FA. Namun, kemenangan itu dianggap biasa saja karena lawan yang dihadapi. Newport berada di kasta lebih rendah.

Setelah itu, United kembali menang. Kali ini, Setan Merah menang pada laga Premier League. Pada pekan ke-22, United menang dengan skor 4-2 atas tuan rumah Wolves pada laga di Stadion Molineux, Jumat (2/2/2024) dini hari WIB.

Bagi United, dua kemenangan itu punya arti yang sangat penting. Sebab, Setan Merah mencatat dua kemenangan beruntun. Lebih dari itu, United selalu mencetak empat gol. Yuk simak ulasan lengkapnya di bawah ini ya Bolaneters.

Boleh Kebobolan 3, tapi Harus Bikin 4 Gol!

Lini belakang Manchester United sangat rapuh. Itu bukan rahasia dan tidak perlu teori yang rumit untuk menjelaskan hal itu. Cukup bukti bahwa United kebobolan 32 kali dari 22 laga yang dimainkan di Premier League.

Sedangkan, kinerja lini depan masih belum menjanjikan. Di Premier League, dari 22 laga, Setan Merah hanya bikin 28 gol. Liverpool sudah bikin 41 gol.

Nah, apa yang ditampilkan United pada dua laga terakhir berkebalikan dengan performa mereka selama ini. Khususnya di lini serang. United untuk pertama kali bikin empat gol pada musim 2023/2024 saat bersua Newport.

United lalu mengulanginya ketika berjumpa Wolves. Ya, meskipun lini belakangnya sangat rapuh, United pada akhirnya bisa menang karena punya lini serang yang tajam.

Manchester United Sangat Menghibur

Apa yang ditampilkan Manchester United, terutama pada duel lawan Wolves, sangat menghibur. Empat gol dan tiga kali kebobolan. Dua gol tercipta pada injury time. Momen yang sangat didambakan bagi fans sepak bola!

“Menurut saya bagi penggemar dan penonton netral pada pertandingan ini, sangat menyenangkan melihatnya,” kata manajer Manchester United, Erik ten Hag.

“Tapi , sebagai seorang manajer, ketika Anda melihat [tim Anda] mendominasi permainan selama satu jam, kami seharusnya unggul tiga atau empat – kosong per jam,” kata manajer asal Belanda tersebut.