Duniasport.com – Romelu Lukaku mungkin akan mendapat banyak celaan dari fans AS Roma usai duel lawan Feyenoord. Namun, Lukaku harus mengucapkan terima kasih pada sosok Mile Svilar yang memungkinkan situasi buruk itu tak terjadi.

AS Roma berjumpa Feyenoord pada leg kedua play-off 16 Besar Liga Europa di Stadion Olimpico. Pada duel hari Jumat (23/2/2024) dini hari WIB, Roma bermain imbang 1-1 pada waktu normal.

Skor itu membuat agregat menjadi imbang 2-2. Laga berlanjut ke extra time dan tetap tidak ada gol pada periode ini. Laga harus berlanjut ke babak adu penalti dan Lukaku gagal menjalankan tugasnya.

Lukaku bisa menjadi biang kerok jika Roma kalah. Namun, dua penyelamatan Mile Svilar membuat Roma menang 4-2 pada babak adu penalti. Yuk simak ulasan lengkapnya di bawah ini ya Bolaneters.

Cadangan Era Mourinho, Kiper Utama De Rossi

Mile Svilar bermain sangat bagus pada babak play-off 16 Besar Liga Europa 2023/2024. Mile Svilar bukan hanya menyelamatkan Lukaku dari situasi buruk, akan tetap membawa Roma lolos ke babak 16 Besar.

Mile Svilar sebelumnya hanya kiper pelapis di Roma, pada era Jose Mourinho. Akan tetapi, kedatangan Daniele De Rossi membawa perubahan. Mile Svilar lebih sering dipercaya menjadi kiper inti Roma.

Kiper 24 tahun itu selalu menjadi pilihan utama Roma pada tiga laga terakhir. Dia tampil apik, termasuk saat nirbobol pada duel lawan Frosinone. Lalu, menepis dua penalti lawan Feyenoord.

“Luar biasa. Saya tak bisa berkata-kata. Saya bekerja sepanjang hidup saya untuk momen ini, di stadion ini. Mama mia. Setiap kali saya masuk ke sini, rasanya semakin istimewa, gila,” kata Svilar kepada Sky Sport Italia.

Rahasia Mile Svilar Bisa Gagalkan 2 Penalti Feyenoord

Mile Svilar mengagalkan dua eksekusi penalti pemain Feyenoord. Eks kiper Benfica itu mengaku hanya mencoba tampil lepas pada babak adu penalti. Mile Svilar juga sudah mempelajari cara eksekusi penalti pihak lawan.

“Pada momen ini, saya tidak merasakan tekanan. Saya menyelamatkan dua, saya bisa menyelamatkan yang ketiga, tapi kami menang dan itu adalah hal yang paling penting,” kata Mile Svilar.

“Saya menonton video (eksekusi penalti Feyenoord) bersama pelatih kiper saya, tapi kemudian saya juga memutuskan ke mana saya akan pergi. Saya menebak dengan benar tiga dari lima kali,” kata Mile Svilar.