Duniasport.com – Thomas Tuchel diharap bisa membawa Bayern Muchen punya prestasi lebih baik dibanding Julian Nagelsmann. Namun, sejauh ini, rekor kekalahan Bayern era Tuchel lebih buruk dibanding era Nagelsmann.

Bayern Munchen baru saja memainkan laga leg pertama babak 16 Besar Liga Champions 2023/2024 lawan Lazio, Kamis (15/2/2024) dini hari WIB. Bermain di Stadion Olimpico, Die Roten menelan kekalahan dengan skor 0-1.

Bayern punya 61 persen penguasaan bola, gagal bikin shots on target dari 17 kali upaya yang dilepaskan. Bayern akhirnya kalah dari gol eksekusi penalti Ciro Immobile.

Hasil ini membuat posisi Tuchel sebagai pelatih Bayern sebagai pelatih kepala terus diragukan. Ada tekanan yang sangat besar di tubuh Bayern dan Tuchel. Yuk simak ulasan lebih lengkapnya di bawah ini ya Bolaneters.

Adu Rekor Kekalahan Tuchel vs Nagelsmann

Thomas Tuchel ditunjuk sebagai pelatih Bayern Munchen pada Maret 2024. Ketika itu, Bayern dalam kondisi panik lantaran Julian Nagelsmann dianggap tidak mampu membawa tim racikannya mencapai level terbaiknya.

Pada akhir musim, disertai dengan performa minor Dortmund, Tuchel membawa Bayern juara Bundesliga 2022/2024.

Pada musim 2023/2024, Bayern di bawah kendali Tuchel mulai terlihat tidak baik-baik saja. Bayern mulai sering kalah. Total, dari 43 laga di bawah kendala Tuchel, Bayern Munchen sudah menelan 10 kali kekalahan.

Catatan di atas jadi bukti bahwa Bayern era Tuchel tidak lebih baik dibanding era Nagelsmann. Sebab, bersama Nagelsmann, Bayern hanya 10 kali kalah dari 84 laga yang dimainkan.

Kekalahan dari Lazio Bikin Tuchel Frustrasi

Sebelum kalah dari Lazio, Bayern Munchen juga kalah dari Bayer Leverkusen. Hasil itu membuat Die Roten tertinggal lima poin dari Leverkusen di klasemen Bundesliga. Jadi, ini adalah situasi yang membuat Tuchel frustrasi.

“Kami frustrasi dan marah dengan kekalahan ini. Saya pikir kami kalah dalam pertandingan ini, saya tidak yakin Lazio bisa memenangkannya,” ucap Tuchel.

“Saya tidak tahu mengapa kami kehilangan keyakinan di babak kedua, tetapi kami kehilangan kepercayaan diri, dan kemudian kami tertinggal,” sambung mantan pelatih PSG dan Chelsea tersebut.