Duniasport.com – Pelatih timnas Spanyol, Luis de la Fuente, menolak klaim bahwa ia terlalu memaksakan Gavi setelah gelandang Barcelona itu mengalami cedera parah yang dikhawatirkan akan mengakhiri musimnya dalam kemenangan atas Georgia di kualifikasi Euro 2024.

Pemain berusia 19 tahun itu terpaksa ditarik keluar pada menit ke-26 ketika ketika lututnya mengalami masalah saat berusaha mengontrol bola, setelah sebelumnya mengalami benturan keras pada lutut yang sama.

Indikasi awal adalah bahwa Gavi mengalami robek pada ACL-nya, yang berarti musimnya telah berakhir dan ia kemungkinan akan absen pada turnamen musim panas mendatang di Jerman.

Laporan-laporan di Spanyol mengklaim bahwa Barcelona sangat marah kepada de la Fuente karena memainkan Gavi dalam pertandingan yang tidak begitu penting, dengan tim asuhan Xavi kini kehilangan seorang pemain kunci yang mungkin akan absen di sepanjang musim ini.

Simak komentar sang pelatih di bawah ini.

Tanggapi Keluhan Barcelona
De la Fuente sempat berkomentar sebelum pertandingan Spanyol melawan Georgia, tentang mengenai beban kerja seorang Gavi. Di mana ia mengatakan ‘pemain yang baik tidak membutuhkan istirahat’, namun tidak diterima dengan baik.

Ditanya mengenai keluhan Barcelona, de la Fuente menjawab: “Saya memahami keluhan Barca, tetapi jika bukan Gavi, itu bisa saja terjadi pada orang lain.

“Hal ini dapat terjadi dalam pertandingan La Liga, dalam latihan atau dalam situasi apapun. Terkadang orang tidak menyadari resiko yang ada di setiap momen sejak Anda mengenakan sepatu.

“Itu adalah satu kecelakaan, satu ketidakberuntungan, tetapi Gavi sangat siap untuk bermain.”

Fokus Kesehatan Pemain
Kemudian, ketika ditanya apakah partisipasi Gavi di Euro dan Olimpiade musim panas mendatang terancam, de la Fuente menambahkan: “Sekarang saya bahkan tidak berpikir tentang Euro, dengan segala hormat. Yang saya pikirkan hanyalah kesehatan para pemain.”

Cedera Gavi memicu perbandingan yang jelas dengan pergulatan fisik rekan setimnya, Pedri, dimana, setelah memasuki dunia sepak bola senior secara agresif, ia secara rutin berjuang melawan cedera otot sejak awal musim 2021/22.

Gambarkan Suasana Raung Ganti
Mengenai bagaimana Gavi, dan seluruh anggota tim, bereaksi terhadap cedera tersebut, pelatih Spanyol ini melanjutkan: “Ini adalah hari yang paling rumit, pahit dan sulit dalam karier saya.

“Ini juga adalah momen yang sangat sulit bagi sang pemain, bagi Barcelona, bagi RFEF [FA Spanyol] dan juga bagi saya. Di ruang ganti, sepertinya kami sudah kalah.

“Pada saat jeda babak pertama, itu seperti sebuah penyadaran. Sepak bola memiliki momen-momen seperti ini, ini adalah aktivitas yang berisiko dan ini adalah bagian yang buruk. Saya turut prihatin untuk Gavi.

“Kami telah berbicara dengannya. Pukulan itu tidak ada hubungannya dengan itu. Kerusakan itu terjadi saat ia melakukan kontrol saat berbelok, ia salah melangkah dan lututnya terlepas.

“Ia sedih, ia tidak mengerti mengapa hal ini terjadi padanya. Terkadang kita percaya bahwa kita tak tersentuh, namun kehidupan mengajarkan kita bahwa kita sangat rapuh.”